Rabu, 14 Januari 2015

futsal pelajar nusantara 2015

pengurus PSSI Provinsi D.I. Yogyakarta meyelenggarakan turamen futsal besar tingkat pelajar yang bertajuk "FUTSAL PELAJAR NUSANTARA 2015". turnamen ini menyuguhkan pertandingan-pertandingan diberbagai level yaitu di level SLTA, SLTP dan juga SD sederajar. menurut keteragan dari panitia sistem kompetisi ini dimulai dengan sistem groub setelah sampai ke 32 besar akan menggunakan sistem gugur. informasi yang lain bahwa kompetisi ini menjadi awal dari liga futsal pelajar DIY dimana tim atau sekolah yang lolos ke babak 32 besar akan masuk liga dengan pembagian 16 tim yang lolos ke babak selanjutnya akan berkompetisi di liga teratas atau liga utama, sedangkan 16 tim yang kalah akan berkompetisi di kasta ke 2. kompetisi yang diselenggarakan PSSI D.I.Y ini sudah dimulai awal januari 2015 yang mempertandingkan dari level SLTP, 80 tim yang dibagi 16 groub dengan 5 tim masing-masing groubnya yang akan memperebutkan tiket ke 32 besar. tak mau ketinggalan MTs Ummul Quro juga ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. dalam babak penyisihan groub MTs Ummul Quro harus memulai kompetisi dengan hasil yang kurang bagus, karena harus mengakui keunggulan dari MTsN 2 Yogyakarta. namum pukulan di awal kompetisi ternyata membuat anak-anak MTs Ummul semakin termotivasi dengan menyapu bersih 3 laga sisa dengan menumbangkan SMPN 2 Tempel dengan skor 2:1, menang WO dari SMP Muhammadiyyah 6 Yogyakarta dengan skor 3:0 dan mengandaskan SMPN 12 Yogyakarta dengan skor 2-1. dengan demikian Ummul Quro berhak maju ke babak selanjutnya dengan status runner up dengan poin 9, mendampingi MTsN 2 Yogya yang menjadi juara groub dengan 10 poin. menurut para pamain MTs Ummul Quro akan semakin semangat menatap laga 32 besar yang akan dimulai pada tanggal 26 Januari 2015. ada fakta unik tentang Ummur Quro dimana yang menjadi starter bernomor punggung berurutan yaitu 7,8,9 dan 10. keberhasilan Ummul Quro tidak terlepas dari semangat juang para pemain, jajaran pelatih dan pihak sekolah yang selalu mendukung hingga di tribun penonton....untuk itu JAYALAH UMMUL QURO, JAYA JAYA JAYA JAYA.... UMMUL QURO BISA...

Rabu, 23 Maret 2011

Identitas

IDENTITAS MADRASAH

Nama Sekolah : MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) UMMUL QURO
NSS : 212340407021
Propinsi : Daerah Istimewa Yogyakarta
Otonomi Daerah : Sleman
Kecamatan : Depok
Desa / Kelurahan : Condong Catur
Jalan dan Nomor : Jl. Kaliurang Km. 7
Dusun : Babadan Baru
Kode Pos : 55283
Telepon : Kode wilayah : (0274) Nomor : 888936
E-mail : mts.ummulquro7@gmail.com
Daerah : Perkotaan
Status Sekolah : Swasta
Kelompok sekolah :
Surat Keputusan (SK) : 99/KPTS/1999 tanggal 03 Oktober 1997
Penerbit SK (ditangani oleh) :
Tahun berdiri : 1995
Tahun Perubahan : 1998
Akreditasi : Diakui B
SK Akreditasi : 63/KPTS/2006 tanggal 20 Desember 2006
Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi
Bangunan Sekolah : Milik Sendiri
Lokasi Sekolah
Jarak ke Pusat Kecamatan : 2 km pada Km 9
Jarak ke Pusat Otoda : 4 km pada Km 11
Terletak pada Lintasan : Kecamatan
Jumlah keanggotaan : 15 sekolah
Organisasi Penyelenggara : Organisasi

Perkenalan

MTs UMMUL QURO, MADRASAH YANG MENDAMPINGI
KAUM MUSTAD’AFIN


PENDAHULUAN



Suatu siang hari seorang lelaki berpakaian seragam Hansip, kiranya seorang PNS sedang kebingungan, ada sesuatu yang akan ditanyakan sehingga dia datang ke komplek Masjid Sultan Agung Babadab Baru yang merupakan komplek madrasah mulai dari TK, MI dan MTs dibawah naungan Yayasan Sultan Agung. Suatu kebetulan juga Ibu Kepala Madrasah yang sedang ada di depan halaman madrasah menyapa dan menanyakan apakah perlu bantuan. Kiranya Bapak berseragam Hansip tadi berangkat dari Purworejo waktu subuh datang ke Yogya akan mengecek (nanjihke) tentang keberadaan sekolah MTs Ummul Quro Sultan Agung yang katanya peduli untuk mengentaskan anak-anak bangsa atas program pemerintah “Wajib Belajar 9 Tahun”. Pembantu rumah tangga Bapak tadi pernah minta pamit untuk tidak masuk kerja dulu selama 2 hari karena akan menengok anaknya yang pada tahun pelajaran baru (Juli) dijemput oleh guru / pengasuh Pondok Pesantren Sultan Agung untuk dididik di MTs Ummul Quro Sultan Agung.
Bapak tadi kemudian diantar oleh Ibu Kepala Madrsah menemui anak asuhnya yang sudah menjadi siswa MTs Ummul Quro sekaligus telah menjadi santri Pondok Pesantren Sultan Agung. Ibu Kepala Madrasah yang masih mendampingi tamunya sempat mendengar dialog bapak asuh dengan anak asuhnya tadi. Bapak asuh bertanya kepada siswa MTs Ummul Quro dengan penuh perhatian dan seakan minta keyakinan. Kutipan dialog tadi antara lain : ”Piye le, maeme.” yang dijawab oleh siswa baru tadi : “Enak, kok..” Bapak tadi melanjutkan bertanya : “Opo kowe wis krasan neng kene.” Yang dijawab : “Sampun. ” Bapak tadi terlihat lega sudah bertemu dan mendengar jawaban dari anak asuhnya.



Sepenggal kisah di atas betul-betul terjadi pada awal Tahun Pelajaran 2008/2009 di madrasah ini. Bapak asuh tadi yang datang dari jauh berbekal kesangsian dan kekhawatiran tentang nasib anak asuhnya, karena perhatian yang begitu besar maka beliau berusaha melacak ke MTs Ummul Quro Sultan Agung. Mendapatkan keadaan yang sesungguhnya pada anak asuhnya beliau sangat respek sekali dengan komitmen yang telah diambil oleh MTs.
Di jaman saat ini dimana banyak sekolah / madrasah seakan bersaing untuk memungut biaya pendidikan yang tinggi yang katanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Perangkat MTs Ummul Quro dalam rangka ikut andil mencerdaskan anak bangsa dan mendukung program pemerintah “Wajib Belajar 9 Tahun” berani menantang arus dengan jemput bola menjemput para bunga-bunga bangsa yang tidak mampu mengenyam pendidikan; karena keterbatasan biaya, kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dengan tidak memungut bayaran dan malah menyantuni siswa yang lemah (mustad’afin) dan sebagian besar (45,9%) berminat tinggal di Pondok Pesantren.
Langkah yang ditempuh oleh madrasah ini memang suatu semangat baja dari para guru dan pengasuh pondok yang telah diperjuangkan selama 13 tahun agar MTs Ummul Quro tetap eksis dan mampu bersaing di dunia kependidikan. Usaha yang keras ini sedikit demi sedikit telah membuahkan hasil, dimana minat masyarakat untuk menyekolahkan di MTs Ummul Quro pada tahun pelajaran ini naik 125% dan melebihi daya tampung dari target madrasah.